Get Gifs at CodemySpace.com


Welcome To My Blog

Kamis, 25 Agustus 2011

Apa dan Bagaimanakah Cara Membuat Kartu (ucapan) Lebaran Itu?

Kartu (ucapan) lebaran adalah kartu yang dikeluarkan dan dirancang khusus untuk menyambut lebaran. Dahulu, kartu lebaran atau karleb ini mempunyai sifat yang sangat istimewa karena kartu ini umumnya hanya diberikan khusus untuk orang istimewa pula.

Berbeda halnya dengan sekarang. Kartu lebaran sudah jarang peminatnya karena tergantikan oleh teknologi. Mulai dari pesan singkat atau SMS, e-card, dan sebagainya.

Selain sebagai kartu ucapan, kartu lebaran ini juga berfungsi sebagai media untuk menyambung silaturahim. Antara kita dengan klien atau mitra kerja, antara kita dengan sahabat, atau mungkin antara kita dengan keluarga atau pacar yang jauh disana. 

Sejauh pengamatan saya, untuk mendapatkan kartu lebaran ini bisa ditempuh dengan 3 (tiga) cara. Pertama, beli langsung di tempat penjualan (biasanya ada di toko buku, mall, swalayan, atau di penjual yang ada di pinggir jalan). Kedua, pesan kartu tersebut dengan desain khusus langsung kepada desainer. Ketiga, membuat sendiri secara kreatif dengan cara alternatif.

Sekedar sharing saja, ten years ago saya sempat membuat kartu lebaran ini (tapi tidak untuk dijual). Kartu tersebut lalu saya bagikan kepada teman-teman mantan satu sekolah dulu. Berbekal semangat dan nekat, saya membuat kartu lebaran berbahan kulit kardus. Creative enough?? maybe yes, maybe no. Saya siap dimaki yang jelas.

Pengalaman itu memberikan pelajaran kepada saya untuk mengintrospeksi kembali apa sih kekurangan desain yang saya buat itu. Dari tahun ke tahun saya mempelajarinya. Tanpa teknologi komputer sama sekali, semua proses dikerjakan secara manual. Tapi tetap, tidak untuk dijual karena belum ada yang memesan hehe.

Mungkin dalam hati Anda bertanya, belum lebaran kok sudah berbicara soal kartu lebaran? wajar saja saya kira. Ini bukan postingan yang ingin mencuri start, tapi memang segera harus ditulis supaya kita (desainer) bisa belajar dari apa yang (kebetulan) pernah saya rasakan.

Dalam merancang sebuah kartu lebaran–yang dikerjakan baik secara manual maupun digital–ada beberapa hal yang musti kita perhatikan ini, yakni:

1. Desain
Untuk menciptakan nuansa Islam, pada desain bisa disisipkan gambar masjid, ka’bah, ketupat, orang bersalaman, dan sebagainya. Soal pemilihan warna bisa bebas sesuai dengan tema yang diinginkan; misalnya putih untuk menghadirkan tema kesucian/kebeningan hati, hitam untuk menghadirkan tema renungan, dan sebagainya. Lalu untuk kemasan (packaging), kita juga bisa memberikan pita sebagai pemanis atau tinta timbul (campuran dari lem dan tinta) sebagai aksen.

2. Penggunaan Kata
Perhatikan ejaan yang ada apakah sudah baku, ataukah sengaja dibuat dengan bahasa gaul (slang). Perhatikan juga tahun hijriyahnya, jangan sampai tahun kemarin masih kita pakai lagi. Hendaknya bahasa yang dirangkai pun disampaikan secara sopan dan santun. Karena tidak menutup kemungkinana sang penerima kartu ini menjadikan tolak ukur seberapa besar niat kita untuk memohon maaf

Dua poin tersebut have to be given special attention. Barangkali masih banyak hal lain yang belum sempat saya tulis di sini karena keterbatasan ilmu atau pengetahuan yang saya miliki. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Get Gifs at CodemySpace.com